Boker Estafet

Halo apa kabar? kembali lagi dengan saya Billal di personal blog of billal rizky.

So, hari ini gue mau nulis cerita dimana gue berlari sekencang-kencangya sambil menahan boker.

Oke langsung aja.. Dimulai pada kemarin sore saat gue habis pulang kerja diCilegon yang mendung sekitar jam 17.00, wajah semrawut dan perut keroncongan(bukan main keroncong ya..). Dan gue terkejut karena pintu kosan gue udah terbuka, dengan rasa ingintau dan badan setengah lemes gue berlari menuju kosan (posisi gue udah siap kayak mau nangkap maling dengan tangan dibelakang). "Haa!!" Seru gue, dan ternyata ada temen gue memakai baju persib sedang bermain laptop. Ternyata gue baru inget kalo gue sekosan sama dia, Namanya Hendra temen sekelas waktu kelas 2 smk dan dialah yg menyabet nilai tertinggi disekolah jurusan RPL (tepuk tangan dong) tapi terkadang omongannya kayak orang habis gegar otak.

"Tak kiro sopo Ndra" kata gue dalam bahasa jawa dengan perasaan lega, "Nih" kata Hendra sambil menunjukan kertas ke arah gue. Gue ambil dan lihat kertasnya "WOW!!!" seru gue, ternyata dia habis menggambar seorang cewek imut menggunakan kimono dengan sangat mirip. "Iki sopo? Cek apik'e gambaranmu" seru gue, "Iki Novi, biasa ae wah" sambil nyengir. Tiba-tiba terdengar suara yang memecahkan pembicaraan kami "Sudah pulang mas?" Suaranya ada persis didepan pintu kos, dengan reflek gue menoleh kearah pintu kos dan ada sesosok pria sekitar 22 tahun didepan pintu kos sambil membawa handuk dengan wajah tersenyum. Dan ternyata pria tersebut adalah tetangga kos gue, "Oh iya, ini baru pulang" saut gue sambil membalas senyum. "Saya mandi dulu ya.. " kata dia, gue langsung mikir ni orang maksudnya apa ngomong kaya gitu apa jangan-jangan dia bermaksud ngajak gue mandi bareng apa cuma basa-basi doang. "Ooh.. ya silakan mas" saut gue, dan dia langsung bergerak pergi ke kamar mandi yang berada diujung kosan.

"Wong iku ngejak aku adus bareng opo mek say hello?" Kata gue ke Hendra."Hahaha.." si Hendra cuma ketawa sambil maen facebook. Lalu gue ganti baju dan celana kerja gue karena besok harus dipakai lagi. Pada saat gue melepaskan kaos kaki tiba-tiba perut gue kayak ada yang make buat prosotan, sakit bukan main "ADUH!!" teriak gue. Reflek gue langsung pergi ke kamar mandi yang ada di pojok kosan, dan ternyata kamar mandinya tertutup itu tandanya ada orangnya. Dan gue inget ternyata ada tetangga gue lagi mandi, "KAMPRET.!!!" ,Teriak gue sewot. Kemudian gue langsung berlari ke kamar kos dengan sedikit melompat-lompat, jadi kayak kangguru pincang.

".Ndraa.. heeelp m--e.." rengek gue sambil menahan e'ek yang mau keluar sedikit lagi, "kenek opo kon iku..?" , "DARURAT.. IKI HAMPIR KEBOBOLAN !!" Sahut gue cepat. "Oh, kebelet ngeseng?.. ndang ngeseng lho" kata Hendra santai, "JEDINGE ONOK WONGE DODOL!!" Sahut gue kesel. "Gak popo di ketok ae", "What??!!, engkuk aku lek diajak mandi bareng yok opo? Aku sik normal pek". "Nyekel watu ae"(mitos diJawa kalo orang lagi kebelet boker kemudian dia megang batu, katanya kebelet bokernya bisa hilang) sahut Hendra, tanpa pikir panjang gue langsung berlari mencari batu dan memegangnya erat. "WADUH.. !! koyok'e gk ngefek Ndra !!" Geram gue, "Nang Kalimantan ae." Kata Hendra.

Kalimantan adalah rumah pakde gue di jalan kalimantan perumahan KS (gue sempet tinggal disitu satu bulan lebih) jadi kami menyebut rumah tersebut kalimantan. Karna jarak dari sini (jl. Irian jaya) dan kalimantan tidak terlalu jauh hanya 30m lebih, gue memutuskan untuk berlari kesana. "Oke!" Kata gue dengan semangat, kemudian gue berlari sekencang-kencangnya karena untuk menyelamatkan celana dalam gue yang baru saja dicuci dan membuang e'ek gue kepada tempatnya. "Awas brojol nang tengah dalan" terdengar samar dikejauhan.

Suasana sekarang semakin gelap dan mulai terdengar kumandang adzan. Gue terus berlari sekencang-kencangnya seperti pelari setafet, bedanya pelari estafet megang kayu kalo gue megang batu. "Oryaa~" kalem, rasanya tai gue udah sedikit keluar dari sarangnya. Akhirnya gue udah sampe didepan kalimantan, terlihat dari kejauhan didepan rumah tersebut ada beberapa mobil. Dan pada saat gue udah sampe dikalimantan ternyata banyak saudara-saudara gue kumpul disitu. Gue jalan perlahan menghampiri kamar di pojok belakang yaitu kamar mandi, untuk menuju ke kamarmandi gue harus melewati rintangan tersulit yaitu dengan salim kepada sanak saudara(padahal tai gue udah nongol sedikit).

Untung saja tidak ada saudara yang ingin mengobrol denganku karena mereka sedang sibuk makan. Sehabis salim gue langsung capcus ke kamar mandi dan melepaskan celana, tanpa basabasi gue langsung jongkok dan ngeden "EEEEEEKKKKKK" teriak gue semangatt. Dan terdengar suara keras "Bluk!!", gue tengok ke bawah ternyata tainya besar. Dengan lega gue siram sambil berkata "Alhamdulillah".

Sesudah gue cebok, kemudian gue berjalan keluar dan pamit kepada sanak saudara untuk pamit kembali ke kosan. Dengan wajah berseri gue berjalan menikmati malam menuju kosan :) .

Tamat.
Terima kasih sudah membaca, sampai berjumpa kembali di lain kesempatan.

Saya Billal Thanks.


Inspiration : @radityadika

No comments:

Post a Comment